DISTRIBUTOR AREA

DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA NASA. MELAYANI PEMESANAN PRODUK KE SELURUH NUSANTARA DAN MANCANEGARA. NONENG SITI NASA. CALL/WA : 0813 9453 3849

JENIS PENYAKIT YANG TERJADI PADA UNGGAS


   JENIS - JENIS PENYAKIT YANG BIASA TERJADI PADA UNGGAS DAN YANG SERING MENYERANG AYAM BROILER :


- Tetelo (Newcastle Disease/ND)distributor resmi viterna
Disebabkan virus paramyko yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering menggap menggap, nafsu nakan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1-2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam akan berputar putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang sebaiknya segera dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan. Maka untuk mengurangi akematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
 jual viterna nasa
- Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar getar. penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dan vaksin Gumboro.

- Penyakit ngorok (Chronic Resfiratory Disease)
Merupakan infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernafas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran  berwarna hijau, kuning keputih putihan. Penularan melalui pernafasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat obatan yang sesuai.

- Berak kapur (Pullorum)
Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Kematian dapat terjadi pada hari ke 4 setelah infeksi. Penularan melalui kotopran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan. Jadi yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek.
Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah ubah secara drastis, penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk di sembuhkan.
Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian produk nasa seperti VITERNA Plus, POC NASA, HORMONIK juga AMNE (Asam Amino)  yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N,P,K,Ca,Mg,Fe dan lain lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, mengurangi kolesterol daging, ketahanan tubuh, dan mengurangi bau kotoran.
Viterna  yang untuk ayam broiler, produk ini memiliki lebih banyak kelebihan diantaranya merupakan suplemen khusus untuk ternak dengan kandungan :

1. Mineral mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain lain.
2. Asam asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine, Phenylalnine, Threonine, Thryptophan, dan valine sebagai penyusun proteinuntuk pembentukan sel, jaringan dan organ tubuh.
3. Vitamin vitamin lengkap, yaitu A,D,E,K,C, dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

Sanitasi/cuci hama kandang

Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding atau lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu di biarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JENIS PENYAKIT YANG TERJADI PADA UNGGAS"

Posting Komentar